Month: September 2019

Inilah Penyebab Utama Mengapa Bisnis Poker Mengalami Kebangkrutan

Tidak bisa dipungkiri bahwa melakukan kegiatan bisnis di sektor penjudian, terutama poker bisa mengantarkan pemainnya menjadi kaya, bahkan dalam waktu singkat. Hal ini dibuktikan oleh tidak terhingga lagi jumlah perusahaan – perusahaan penjudian poker atau lain sebagainya mampu meraih penghasilan besar. Bahkan saking besarnya, sebagian perusahaan dapat memperoleh keuntungan hingga milyaran rupiah per tahun. Tidak hanya itu, banyaknya penjudi yang berhasil sukses berkat sektor ini menjadi sebuah bukti lain bahwa industri penjudian terutama poker dan kartu lainnya bisa membuat seseorang kaya mendadak.

Penghasilan besar yang dapat diraih oleh sebuah usaha penjudian pun berimbas langsung pada industri judi itu sendiri. Dimana sekarang ada anggapan bahwa kalau ingin kaya, maka berjudilah. Anggapan itu mengakibatkan banyak sekali seseorang, bahkan yang tidak mempunyai pengalaman dan bakat sekalipun di penjudian, berani bermain penjudian terutama poker. Dan sikap itulah, membuat perkembangan penjudian terutama poker begitu pesat.

Bangkrutnya Suatu Bisnis Penjudian

Meskipun ada anggapan bahwa industri penjudian poker online dapat membawa keuntungan berlimpah pada para pemainnya. Namun bukan berarti, industri ini tidak punya resiko bisnis. Bahkan resiko tersebut jika tidak diantisipasi dengan baik, akan mengalami kerugian yang berujung pada bangkrutnya suatu usaha penjudian poker.

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak perusahaan poker yang dimana bukannya mengalami keuntungan di industri penjudian, malah harus menderita kerugian. Dimana kerugian yang diperoleh pun sangatlah besar sekali. Kerugian yang besar itulah mengakibatkan perusahaan mengalami krisis keuangan sehingga mesti memecat sebagian besar pegawainya. Malah, ada beberapa perusahaan yang justru pada akhirnya mengalami kebangkrutan karena sudah tidak sanggup lagi menanggung segala kerugian serta hutang dimana perusahaan harus miliki.

Alasan Mengapa Suatu Perusahaan Judi Poker Bangkrut

Kebangkrutan memang sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan apapun, terutama poker. Sehingga, siapapun pengusahanya akan berusaha sekuat tenaga agar hal tersebut tidak terjadi. Caranya adalah dengan memantau secara penuh pengeluaran atau pendapatan yang diraih oleh perusahaan.

Namun tidak jarang bahwa meskipun sudah memantau secara penuh keuangan perusahaan. Suatu badan usaha poker, baik yang punya keuangan begitu sehat maupun sebaliknya. Entah itu perusahaan berskala nasional hingga internasional, tetap bisa terancam oleh kebangkrutan.

Setidaknya, ada beberapa alasan utama mengapa suatu usaha penjudian poker bisa mengalami kerugian, malah cenderung bangkrut. Alasan tersebut antara lain :

1. Tatakelola Perusahaan yang Salah

Pengelolaan atau manajemen adalah suatu hal yang mesti diperhatikan dengan seksama oleh sebuah perusahaan judi poker. Baik pengelolaan mengenai bahan baku suatu produk yang bakal dihasilkan. Pengelolaan mengenai kepegawaian serta sumber daya manusia. Sampai pengelolaan mengenai keuangan perusahaan.

Sangat penting sekali memperhatikan pengelolaan entah itu keuangan dan lain sebagainya. Pasalnya, apabila pengelolaan atau manajemen suatu perusahaan penjudian poker itu salah. Maka akan berimbas langsung pada tidak stabilnya kondisi suatu perusahaan. Entah itu kondisi keuangan, kepegawaian hingga sumber daya badan usaha. Tidak jarang, pengelolaan yang salah juga berimbas bangkrutnya suatu usaha.

2. Perusahaan Tidak Melakukan Inovasi

Dalam melakukan usaha atau bisnis di bidang apapun, entah bisnis agribisnis, kejurnalistikan, kontruksi dan penjudian poker. Tentunya diperlukan suatu inovasi produk. Sebab, inovasi produk ini bisa menjadi sebuah daya tarik utama konsumen agar membeli produk yang dibuat oleh suatu badan usaha, baik koperasi atau bukan.

Jika suatu badan usaha baik judi poker dan lain sebagainya tidak melakukan tindakan inovasi. Maka lambat laun konsumennya akan mengalami suatu kebosanan. Tidak jarang, rasa bosan tersebut mengantarkan para konsumen untuk meninggalkan perusahaan dimana mereka sering bermain di dalamnya.

3. Penggerakan Kompetitor Tidak Terkontrol

Kompetitor jika diartikan secara bahasa berarti pesaing. Apabila dirunut secara pengertian lain, kompetitor merupakan seseorang atau sebuah perusahaan poker yang menjadi pesaing dari perusahaan lain dimana mereka berdua memperebutkan konsumen sebanyak – banyaknya. Tujuan dari hal ini biasanya untuk meningkatkan laba yang diterima oleh perusahaan baik setiap bulan maupun setiap tahun.

Karena menjadi pesaing utama dalam bisnis. Pergerakan kompetitor mesti diperhatikan oleh pihak pengusaha. Pasalnya, apabila kompetitor tidak terkontrol pergerakannya, maka mereka lambat laun akan merebut seluruh konsumen berupa penjudi poker yang menyukai produk kita. Akibatnya, perusahaan akan mengalami kerugian besar akibat kehilangan konsumen. Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan bangkrutnya suatu badan usaha.

4. Terlilit Hutang

Memang, salah satu cara untuk meningkatkan tingkat produksi dari perusahaan poker yang dipimpin ialah dengan berhutang. Berhutang uang dapat dilakukan ke beberapa bank, dimana bank sebagai pihak kreditor akan menilai seberapa pantas perusahaan memperoleh tambahan dana. Jika telah disetujui, maka pihak peminjam mesti mengembalikan uang dalam tenggat waktu yang ditentukan.

Namun, apabila berhutang terlalu banyak. Maka berakibat fatal pada kelajuan perusahaan kelak. Pasalnya, hutang begitu berlimpah sangat membebankan perusahaan poker. Dimana uang yang seharusnya dipakai untuk pengembangan, malah mesti terhabiskan oleh pembayaran hutang… Read the rest